Yuk Lihat Patung Tuhan Yesus Di Lembeh Dorbolaang, Lebih Tinggi Dari Yang Di Brazil!

Salah satu tujuan wisata utama di pulau Lembeh, kota Bitung adalah patung Tuhan Yesus di kelurahan Dorbolaang, Lembeh Selatan.

Patung setinggi 35 meter ini berdiri megah di atas kawasan yang dibangun sedemikian rupa sehingga membentuk seperti perahu jika dilihat dari atas.

Kabarnya bahkan patung ini lebih tinggi dari patung Christ the Redeemer di Rio de Jeneiro, Brazil. Wow!

Papan nama di pelabuhan penyeberangan Papusungan yang menyambut kita setiba di Pulau Lembeh

Pertama kali mengunjungi tempat ini pada awal tahun 2016 lalu, waktu itu tempat ini masih dalam tahap pembangunan areal lantai dasarnya. Patungnya sendiri sudah selesai dibangun.

Kali kedua berkunjung di awal 2017 ini, areal lantainya sebagian besar sudah selesai lengkap dengan paving block yang disusun dalam beberapa tingkatan yang ada. Hanya beberapa bagian saja yang masih dalam tahap penyelesaian.

Areal lantai dasar patung saat masih dalam tahap pembangunan. Foto dipotret pada Januari 2016.

Sudah tersedia juga toilet umum dan tempat makan di bagian paling bawah.

Secara keseluruhan areal patung ini dibangun dalam 4 tingkatan.

Patung Tuhan Yesus Dor Bolaang-4

Tingkat paling bawah merupakan tempat parkir sepeda motor dan tempat makan tadi. Di bagian kedua terdapat tenda tempat pengunjung bisa melaksanakan ibadah. Tenda sendiri dilengkapi mimbar dan kursi-kursi.

Tingkat ketiga hanya berupa areal kosong. Sedangkan patung Tuhan Yesus sendiri berada di tingkat paling atas atau tingkat keempat. Untuk bisa mencapainya tentu kita harus sedikit mendaki.

Patung Tuhan Yesus Di Lembeh Dorbolaang

Tanjakan dengan pemandangan yang cantik

Meski menanjak, pemandangan dari atas sungguh sangat mempesona.

Kita bisa menyaksikan birunya lautan luas yang terhampar, sementara di kiri kanan terhampar hutan kelapa dan pepohonan yang rindang.

Bagian ini tentu menjadi spot foto (selfie) yang teramat populer hehehe.

Patung Tuhan Yesus Dor Bolaang-5

Pemandangan lepas dari atas.

Setibanya di tingkat teratas, tak ada tempat berteduh dalam bentuk atap jadi pastikan kamu membawa penutup kepala sekedar pengusir panas.

Jika ingin berteduh, areal sekitar bagian dasar patung bisa dijadikan alternatif, ukurannya yang besar cukup menghalangi sinar matahari yang jatuh.

Patung Tuhan Yesus Di Lembeh Dorbolaang

Oh ya untuk tarif sendiri, kita tidak akan ditagih biaya apapun untuk memasuki kawasan wisata ini (semoga seterusnya begitu hehe), hanya saja ada kotak partisipasi buat para pengunjung yang datang.

Biaya yang ada mungkin hanya untuk toilet saja yang ditagih hingga Rp. 5.000.

Karena kawasan wisata ini bisa dikategorikan sebagai kawasan wisata religi, tentu ada beragam peraturan yang harus dipatuhi pengunjung. Minuman keras dan sejenisnya adalah salah satu hal yang terlarang dibawa ke lokasi ini.

Bagi yang ingin melaksanakan ibadah bisa memberitahukan ke pengurus yang ada.

Bagaimana Cara Menuju Ke Lokasi Patung Tuhan Yesus Di Lembeh?

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, lokasi patung ini terletak di Kelurahan Dorbolaang, Lembeh Selatan. Untuk mencapainya kita bisa menggunakan sepeda motor ataupun mobil.

Lebih baik menggunakan kendaraan pribadi, karena kendaraan umum (mikrolet) belum tersedia. Jika memilih menggunakan mobil, otomatis harus menggunakan kapal Ferry untuk penyeberangan.

Pemandangan di bagian dek atas kapal Ferry dengan latar gunung Duasudara

Untuk Jadwal dan ongkos kapal Ferry menuju pulau Lembeh sudah dibahas di postingan Pantai Kahona ini.

Menggunakan kapal Ferry kita akan diturunkan di pelabuhan penyeberangan Papusungan. Keluar dari pelabuhan silakan ambil rute ke kanan dan menyusuri jalan utama.

Jangan takut tersesat, karena jalan utamanya hanya satu. Kita akan melewati beberapa kelurahan seperti Batulubang, Paudean dan Pasirpanjang sebelum mencapai kelurahan Dorbolaang.

Waktu tempuhnya sekitar setengah jam, jadi memang agak jauh juga.

Kesimpulan

Areal wisata patung Tuhan Yesus di Dorbolaang, Lembeh ini sangat tepat bagi yang ingin berwisata bersama keluarga.

Hanya saja mengingat tempatnya yang tidak memiliki kawasan berteduh selain tempat makan dan tempat ibadah tadi, harus dipikirkan lagi jika membawa anak kecil yang tak tahan panas.

Mungkin bisa diakali dengan membawa payung atau berkunjung di pagi atau sore hari.

So selamat melancong di pulau Lembeh!

Prasetyo

Fotografer yang hobi jalan-jalan, membaca dan menulis! Senang memotret landscape dan human interest, kunjungi galerinya di Instagram

You may also like...

1 Response

  1. Amanda says:

    Terima kasih postingannya, dan sudah memperkenalkan 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *